Seorang Wanita yang Koma Sepanjang Tujuh Bulan Sukses Melahirkan Bayi Sehat

  • Azzar
  • Nov 01, 2022

Seorang wanita yang koma sepanjang 7 bulan, sesudah cedera kronis 40 hari saat kehamilannya, sukses melahirkan bayi wanita yang sehat.

Shafiya, dari daerah Uttar Pradesh di India utara, disampaikan cedera kronis saat jatuh dari sepeda motor tanpa helm cuma selang sebulan lebih sesudah dijumpai memiliki kandungan.

Kecelakaannya terjadi pada Maret tahun ini, sesudah burqa yang ia gunakan terjebak di roda belakang sepeda motor yang ia naiki bersama pacarnya.

Kejadian itu membuat Shafiya jatuh dari sepeda motor dan memunculkan cidera kepala yang cukup kronis berdasar laporan media lokal.

Shafiya sudah jalani lima operasi saraf yang lain di rumah sakit All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) di Bulandshahr.

Ia bahkan juga habiskan beberapa saat dengan ventilator, dan jalani operasi ambil fragmen tengkorak untuk kurangi penekanan pada otaknya.

Menyaksikan keadaannya, dokter yang menjaga wanita India itu harus hadapi keputusan susah apa akan akhiri kehamilannya atau mungkin tidak.

Tetapi, sesudah USG memperlihatkan kehamilannya normal, team klinis pada akhirnya mereferensikan ke keluarganya untuk meneruskan kehamilan.

Walau cuma mempunyai kesempatan hidup di antara 10 dan 15 % pada keadaan komanya, wanita berumur 23 tahun itu sanggup melahirkan bayi wanita yang sehat pada 22 Oktober.

Daily Mail memberikan laporan pada Senin (31/10/2022) jika Shafiya saat ini kadang-kadang gerakkan kepala dan kakinya dan telah lepas dari ventilator.

Keadaannya ini memunculkan keinginan jika satu hari ia dapat berjumpa putrinya.

Pakar bedah Dr Deepak Gupta menyebutkan kasus ini “benar-benar tidak biasa”, menambah: “Saya tidak pernah mendapati kasus semacam itu di dalam 22 tahun karier bedah saraf saya di AIIMS.

“Ia sekarang ini pada keadaan konstan dan tidak memakai support ventilator,” katanya seperti dikutip dari The Independent.

Selanjutnya memberi komentar kejadian yang terjadi pada ibu muda India itu, Gupta menjelaskan jika ada kekebalan untuk menggunakan helm untuk orang yang membonceng, khususnya dari komune Muslim dan Sikh di India.

“Wanita, atau siapa saja, yang memakai pembonceng di kendaraan beroda 2, harus menggunakan helm,” serunya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *